ISU PENGATURAN SKOR DI SEPAKBOLA INDONESIA


Belakangan ini isu pengaturan skor di kompetisi Indonesia menjadi buah bibir di masyarakat dan dibicarakan dimanan-mana,di warung-warung,di perkantoran,di terminal dll.

Sejak Mepora membekukan PSSI, bukannya berbicara tentang kompetisi,permainan,tatik,dan apalagi suara gemuruh suporter mendukung klub kesanyanganya, melainkan menunggu berita dari sang Menteri, berita apa lagi yang keluar dari mulutnya.

Setelah Timnas U-23 yang berlaga di Sea Games dan di bantai dengan skor yang mencolok merebak isu bahwa ada pengaturan skor di pertandingan melawan Myanmar,Thailand,dan terakhir Vietnam, dari tiga pertandingan tersebut Garuda Muda kalah 5-0.

Bahkan hari ini dari pecinta sepakbola Indonesia mengatasnamakan #IndonesiaVSMafiaBola merilis bahwa ada indikasi pengaturan pada pertandingan Indonesia Melawan Thailand dan Vietnam, dan mereka mempnyai bukti yang kuat serta sesorang yang melapor kepada dirinyan, berinisial BS, dan akhirnya mereka melaporkan ke Bareskrim Polri.Dia sudah 15 tahun telah terlibat di permainan Match Fixing, biasanya dia mengatur pertandingan di DDevisi Utama,dan juga ISL,tidak hanya itu, BS mebyatakan bahwa ada pelatih dan pemain juga terlibat. BS merupakan mantan pemain dan perbah melatih di salah satu klub.

Kalaui isu ini benar, ini merupakan batu loncatan untuk membenahi persepakbolaan di Indonesia.Namun seperti kebanyakan isu-isu yang pernah terjadi,isu ini.akan hilang bagaikan tanpa bekas. Isu pengaturan skor telah terjadi sejak lama, bahkan isu wasit pernah terjadi dan yang terlibat akhirnya kena skor oleh komdis PSSI.Isu pebgaturan skor atau Match Fixing bagaikan mohon maaf ketut, ada baunya,suaranya namjn tidak pernah juga terungkap.

Mari bersama-sama membrantas mafia bola, namun kompetisi harus berjalan seiring dengan perbaikan tatanan sepakbola. Dari pemerintah menggalakkan kompetisi-kompetisi kelompok umur bekerjasama dengang dinas pendidikan,serta menyediakan fasilitas yang.memadai mulai dari segi teknisnya seperti rumput uang memadai, jangan hanya slogan saja. Sedangkan dari Federasinya menyiapkan jadwal kompetis yang rapi,mulai dari kelompok umur,klub amatir hingga klub profesional, tidak lupa korp baju hitam alias wasit harus ada pelatihan-pelatihan agar mutu wasit meningkat, namun yang tidak kalah penting adalah pelatihnya,mereka-mereka inilah yang.mendidik para pesepakbola, terutama pelatih SSB, mereka-mereka adalah ujung tombak,dan pelatih terdepan untuk menanamkan metode sepakbola yang dasr dan modern. Mereka harus di beri pelatihan guna mengembangkan kompetensi kepelatihannya.

Semoga Menpora,PSSI,Koni,BOPI serta semua stokholder saling bersatu untuk membangun sepakbola lebih maju,stop saling menyalahkan,buang ego masing-masing,buang untuk mencari pencritaan, didikasikan amanatmu untuk kemajuan sepakbola Indonesia

Pos ini dipublikasikan di Breaking news, Ole Nasional dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s