Larang Inter Island Cup, PSSI Otoriter


Pengurus teras PSSI diangap otoriter setelah melarang penggelaran laga eksibisi bertajuk Inter Island Cup (IIC), yang diikuti sejumlah klub elit Indonesia.

Sebelumnya, Komisi Disiplin PSSI, Bernard Limbong, menyatakan akan menjatuhkan hukuman kepada setiap anggota PSSI yang terlibat dalam ajang pemanasan Indonesia Super League (ISL) tersebut.

“PSSI didirikan untuk mendorong kemajuan, tidak untuk jadi tirani. IIC dijadwalkan bahkan dengan spirit ganda, warming up kompetisi, dan membangun spirit atau dukungan untuk tim nasional, sehingga jadwalnya pun disesuaikan pas timnas tidak bermain,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI La Nyall Mattallitti lewat pesan singkatnya.

Limbong justru menganggap gelaran IIC memecah fokus dan dukungan pecinta sepak bola terhadap tim nasional Indonesia yang tengah berlaga di SEA Games 2011.

“Jika Komdis melihat sebaliknya, IIC sebagai bentuk gangguan, maka picik betul pengurus PSSI. Dan jika semua event yg bukan kalender resmi PSSI harus minta izin (yg tatacaranya juga belum diatur rinci), maka semua pertandingan atau turnamen di negeri ini harus dihabisi,” komentar La Nyalla.

“Kepada ketua Komdis, jangan asal bicara, berhentilah berprasangka. PSSI telah kehilangan cara untuk mengisi ruang-ruang rekonsiliasi, apalagi membuat terobosan solutif terhadap keruwetan kompetisi yg kita hadapi. Sekali lagi, stop gaya otoriter!” tutupnya.

Keputusan pengurus baru PSSI membentuk badan hukum pengelola kompetisi dan format kompetisi yang baru dinilai sejumlah klub dan anggota PSSI menyalahi aturan PSSI itu sendiri. Karena itu, sejumlah klub seperti Persipura Jayapura, Sriwijaya FC maupun Persisam Samarinda memilih tak ikut kompetisi baru PSSI bertajuk Indonesian Premier League (IPL), yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Sebaliknya, klub-klub ini mendorong PT Liga Indonesia, pengelola kompetisi musim lalu, untuk melanjutkan kompetisi ISL yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

La Nyalla dan sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya juga tak sepakat dengan keputusan koleganya yang dinilainya sarat kepentingan, termasuk ketua umum Djohar Arifin Husin dan wakilnya, Farid Rachman. Source:Sport

Pos ini dipublikasikan di Ole Nasional dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s