LPI Muara Polemik Liga Indonesiapo


Polemik penyelenggaraan Liga Indonesia ditenggarai akibat peran PT Liga Prima Indonesia (LPI) yang diketuai Widjajanto. PT LPI yang dihuni oleh mantan pengurus Liga Primer Indonesia itu dianggap sengaja “mengkudeta” PT Liga yang sebelumnya jadi pengelola sah Liga Super Indonesia (ISL).

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Apriliani, menjelaskan pihaknya sejak awal menginginkan PT Liga tetap jadi operator Liga Indonesia. Seluruh anggota Komite Eksekutif, kata Tony, sepakat bahwa liga akan tetap berputar dengan mengikuti mekanisme kompetisi musim lalu. Namun, semua kesepakatan ini berubah di tengah jalan setelah PSSI menunjuk Widjajanto sebagai plt Badan Liga.

Penunjukan mantan CEO Liga Primer Indonesia itu dimaksudkan sebagai jembatan antara PSSI dan PT Liga. Namun selang penunjukkan itu, Widjajanto dinilai berjalan sendiri dengan membentuk liga baru.

“Mandat bagi Widja saat itu bukan untuk membentuk pengelola baru, tapi untuk melakukan usaha persuasi dengan PT Liga dan mempersiapkan proses RUPS,” ujar Tony kepada wartawan, Selasa (25/10).

Penunjukkan LPI sebagai pengelola pun dianggap sebagai provokasi bagi klub ISL. Terlebih pasca penunjukkan PT LPI, hasil Liga Super musim lalu dianulir dan klub peserta Liga Primer Indonesia diperkenankan mengikuti kompetisi.

Karena itu, Tony tidak heran bila sejumlah klub melakukan perlawanan. Perlawanan eks klub ISL yang tergabung dalam Kelompok 14 ini dinilainya sebagai konsekuensi akibat keputusan semena-mena PSSI.

“Saya kira tujuan mereka cuma ingin mengegakkan aturan Kongres Bali di mana itu yang kini dilanggar oleh pengurus PSSI,” katanya.Source:Sport

PSSI MENCABUT KEWENANGAN PT. LIGA INDONESIA

PSSI mencabut semua kewenangan PT Liga Indonesia secara resmi. Surat keputusan per tanggal 22 Agustus itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

“PSSI mencabut delegasi penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional dari PT Liga Indonesia, dan menyatakan PT Liga Indonesia sudah tidak memiliki kewenangan apa pun yang berkaitan dengan penyelenggaraan kompetisi profesional di bawah yurisdiksi PSSI,” demikian salah satu butir keputusan tertulis.

Namun, PSSI juga tetap akan meminta pertanggungjawaban PT Liga Indonesia untuk menyelamatkan aset dan kepentingan PSSI di dalam PT Liga Indonesia. Hal ini, seperti tertulis, dilakukan PSSI dalam kapasitas sebagai pemegang saham mayoritas.

PSSI merasa berhak mencabut kewenangan PT Liga Indonesia berdasarkan sejumlah pertimbangan. Pertimbangan yang disandingkan dengan dasar pasal 79 statuta PSSI, antara lain telah terpilihnya pengurus baru PSSI berdasarkan Kongres Luar Biasa PSSI Tahun 2011, posisi PT Liga Indonesia yang masih dalam pemeriksaan audit laporan keuangan oleh PSSI, serta tenggat waktu dari AFC untuk penyelenggaraan kompetisi profesional yang mendesak PSSI untuk segera membentuk badan hukum baru sebagai penyelenggara kompetisi tersebut.

Menurut surat keputusan itu, tenggat waktu dari AFC tersebut akhirnya mendesak PSSI untuk mencabut delegasi penyelenggaraan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia. Sementara itu, PT Liga Indonesia sendiri sudah menyiapkan jadwal kompetisi atas permintaan 14 klub yang menolak mengikuti Indonesia Premier League 2011-2012.

Kick-off sudah direncanakan akan dilakukan 1 Desember antara Persipura dan Arema. PT Liga Indonesia menjalankan amanah tersebut karena merasa pemilik saham terbesar adalah klub.Source:Sport

Pos ini dipublikasikan di Ole Nasional dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s