Secangkir Bola Indonesia


Para pengurus Bola Indonesia seakan tidak mempunyai perasaan dan seakan mati rasa.Meraka tidak melihat kondisi yang ada dibawah atau pada kesulitan klub.

Siapa tidak tahu bahwa masyarakat Indonesia adalah para pencinta bola dan bahkan di ASIA. Dan hal ini hampir sama dengan para penggila bola di Eropa.Para pengurus AFC sangat heran dengan kegilaan masyarakat Indonesia dengan sepakbola namun mereka menyanyangkan dengan potensi yang ada para pengurus klub, dan PSSI tidak memmaksimalkan sumberdaya yang tepatnya adalah para suporter. kalau saja mereka dikelola dengan baik maka mereka merupakan sebuah kekuatan dan penggerak industri sepakbola Indonesia.

Sejak Piala AFC masyarakat indonesia mengharapkan bahwa timnas Indonesia dapat meraih sebuah prestasi yang sejak lama tidak diraih oleh timnas Indonesia. Dengan dukungan penuh masyarakat pecinta sepakbola Indonesia mulai dari anak-anak, para wanita, dan tentunya para laki-laki berduyun-duyun untuk mendukung timnas Indonesia. Tidak hanya itu virus bola ini terasa hampir dipelosok Nusantara indonesia dan mendadak para pemain timnas Indonesia bak artis atau selebris. Mereka banyak yang mengelu-ulukan para pemain timnas mulai dari Bambang Pamungkas, gonzales, hingga para pemain yang baru memperkuat timnas Indonesia mendadak terkenal. Namun sayang dalam Final Piala AFF timnas Indonesia dikalahkan oleh Malaysia.

Eporia pecinta bola Indonesia akhirnya berdampak pada pengurus PSSI dan sang ketua PSSI Nurdin Halid harus mundur dari jabatannya. Para pecinta bola menuntut untuk mereformasi sepakbola Indonesia dan Nurdin Halid harus mundur dari kursinya yang telah dijabat selama dua periode. Dan Akhirnya Indonesia mempunyai peminpin baru yang sekarang dinahkodai oleh Johar Arifin Husain.

Era Baru Dibawah Kepemimpinan Johar Arifin

Tidak terasa kepengurusan PSSI yang baru sudah 3 bulan berjalan dan mereka baru saja melaunching pertandingan atau kompetisi level tertinggi di Indonesia. Namun sayang sebelum memulai kompetisi PSSI harus dikejutkan dengan kabar yang tidak menyenangkan, bahwa ada 14 klub peserta kompetisi menolak alias memboikot semua pertandingan yang diselenggarakan oleh PSSI melalui PT IPL Sportindo sebagai CEO pertandingan.

14 klub tersebut menilai bahwa kompetisi tahun ini merupakan kompetisi milik orang gila dan yang membuat jadawal tidak memanusiakan selaknya manusia. Para pemain harus bertarung dengan jumlah pertandinga 554 kali. Siapa yang akan kuat dengan jumlah pertandingan begitu ketat dan tidak memberi kesenpatan untuk istirahat.Selain maslah jadwal 14 klub tersebut juga menyoalkan maslaha kepemilikan saham PSSI. Sesuai dengan hasil konggres PSSI di Bali bahwa saham PSSI dikuasai oleh klub dengan jumlah 99% dan 1% milik PSSI.Namun hal ini dilanggar oleh PSSI dan mereka menilai telah melanggar Statuta PSSI sendiri yang telah ditetapkan atau diputuskan dikonggres. Selain dari pada itu mereka mempersoalkan penambahan sejumlah klub yang mendapatkan promosi gratis ke kompetisi tertinggi di Indonesia.Hal ini sudah melanggar FAIR PLAY sebagai pegangan dalam sepakbola. Dan yang terakhir mereka meminta bahwa penyelenggara kompetisi harus dikembalikan kepada PT Liga Indonesia sebagai amanat konggres di Bali, bukan ke PT IPL Sportindo.

Menilik kekisruhan sepakbola Indonesia dengan kepengurusan Johar Arifin tak lepas dari sebuah permainan politik dan semua intri-intrik itu pasti ada yang mendalangi. Johar Arifin menjadi ketua PSSI tidak lepas dari intrik yang penggagas LPI ARIPIN PANIGORO. Dia bak bonekah kapan ia mainkan oleh Pengusungnya mau dimainkan diposisi mana dan kapan mereka pindah posisi selayaknya pemain bola. Inilah dampak dari sebuah politik yang ikut campur keolahraga, sedangkan mereka tidak paham dengan sepakbola, selain itu dengan niat yang kurang baik yang diusung sehingga baru tampak sekarang. Semoga saja para pengurus PSSI diberi hidayah secepatnya dan segera bertaubat atas kesalahan dalam mengambil keputusan sehingga banyak klub, para suporter dan pemerhati sepakbola tidak respek lagi dan jangan mementingkan kelompoknya sendiri dan jangan mencari sebuah keuntungan dari sebuah jabatan yang telah diamanatkan kepadaNYA.

Pos ini dipublikasikan di Breaking news, Ole Nasional dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s