Wajah Baru PSSI…..?


Setelah terpilihnya Djohan Arifin sebagi ketua PSSI periode 2011-2015, membuat sebuah kebrakan khususnya soal Tim Nasional yang akan berlaga di Pra Piala Dunia melawan Tukministan, tanpa ada angin topan yang menimpa wilayah Indonesia, tiba-tiba saja ketua PSSI mengumumkan bahwa pelatih Tim Nasiona Senior dan U-23 di pecat dengan alasan bahwa ia tidak menemukan kloasal kontrak Riedle. Ia menyatakan bahwa kontrak Riedle dilakukan dengan pengurus PSSI secara perorangan.

Seketika Riedle maupun masyarakat Indonesia terkejut atas pernyataan tersebut. Apalagi ini terkait dengan persiapan Tim Nasional yang akan berlaga di Pra Piala Dunia. Banyak orang yang berkomentar membela Riedle yang notabene seorang pelatih profesional, mereka menilai hal ini tidak akan dilakukan oleh seorang pelatih sekaliber Riedle.

Banyak orang yang menyanyangkan atas keputusan tersebut. apalagi menjelang laga timnas Senior.

Namun tidak sedikit yang membela sang pembuat keputusan. ini adalah hak seorang prerogratif sang pemimpin, inilah kewenangan menjadi seorang pemimpin.

Ada juga yang membiri komen, karena PSSI merupakan wadah penggerak untuk mengumpulkan massa untuk menjelang Pemilu 2014, guna mensukseskan salah satu parpol tertentu. Ini merupakan sebuah kesempatan untuk memberi pamor dan menaikkan citra Parpol.

Apalagi ada isu yang senter mengenai format kompetisi untuk musin yang akan datang, salah satunya sang ketua menginginkan untuk menggabungkan antara ISL dan LPI. Hal ini semakin mengemuka permasalahan tersebut, apalagi beberapa klub ISL dilarang menggunakan dana APBD untuk klub yang bersandang Profesiopnal. Oleh karena itu mereka ngotot untuk memasukkan LPI kedalam kompetisi ISL. Mereka tidak menyadri bahwa dibawah kompetisi ISL masih ada Divisi Utama, Divisi satu dan seterusnya. lalu klub-klub tersebut dibawa kemana?.

Mereka menuding sang ketua PSSI sekarang merupakan kaki tangan Arifin Panigoro, karena ia telah dicekal oleh FIFA untuk menjadi kandidat ketua umum PSSI.

Inilah kalau para pengurus PSSI yang mencampur adukkan dengan sebuah politik.Akhirnya segala bentuk keputusan juga menimbulkan sebuah permaslahan bagi para klub peserta.

sehendaknya para pengurus adalah para mantan pemain sepakbola, mantan pemain nasional yang telah membela sang merah putih. Mereka-mereka itu sangat mengerti betul persoalan yang menimpa persepakbolaan Indonesia.

Pos ini dipublikasikan di Breaking news, Ole Nasional dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s