Tjipta Lesmana: Orang Bodoh yang Tidak Akui Kewenangan FIFA


pssi logo

Image via Wikipedia

Mantan ketua Komite Banding Tjipta Lesmana angkat bicara soal kisruh di PSSI, yang disebutnya sangat buruk. Selain menyebut bodoh orang yang tak mengakui kewenangan FIFA dia juga menyayangkan sikap Agum Gumelar yang dianggap lemah.

“Saya sangat prihatin dengan perkembangan PSSI pasca-pembentukan KN (Komite Normalisasi). Situasinya sangat buruk. Saya menyayangkan sikap Agum (Gumelar) yang lemah. Sebagian besar media yang tidak objektif,” sahut Tjipta Lesmana saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Tjipta Lesmana ditunjuk sebagai Ketua Komite Banding pemilihan Exco, Wakil Ketua dan Ketua Umum PSSI 2011-2015 saat PSSI masih berada di bawah kepengurusan Nurdin Halid. Saat itu Tjipta dan Komite Banding dianggap membuat keputusan mengejutkan.

Dia memutuskan menolak banding yang diajukan George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang namanya ditolak Komite Pemilihan. Selain itu Tjipta Lesmana juga menganulir keputusan Komite Pemilihan yang meloloskan Nurdin Halid dan George Toisutta.

“Semua pihak, termasuk Andi Mallarangeng, harus mematuhi FIFA. Orang bodoh yang tidak mengakui kewenangan FIFA. Saya dapat berita dari Zurich, FIFA nyaris gerah dan kehilangan kesabaran terhadap Indonesia. Yang membangkang bisa ditendang FIFA. Akibatnya tidak bisa main di level internasional. Di negara sendiri pun, tidak bisa ikut SEA Games.”

“Kelompok 78, mulai dari Pekanbaru, itu kongres liar. Tidak diakui FIFA. Komite darurat hanya dipakai FIFA jika situasi benar-benar darurat. Kalau kongres itu sah, omong-kosong jika FIFA tidak membentuk KN,” lanjut Tjipta mengomentari keinginan beberapa pihak untuk tetap memajukan nama-nama yang sudah dicoret FIFA.

Tjipta juga menilai Agum Gumelar telah membuat beberapa kekeliruan. Salah satunya adalah mengubah silaturahmi Komite Normalisasi dengan kelompok 78 pada 14 April lalu menjadi sebuah kongres. Agum disebutnya dapat tekanan karena memutuskan menggelar kongres, sesuatu yang sempat dia rasakan saat menjadi ketua Komisi Banding.

“Perhatikan surat FIFA tanggal 4 (April), KN diperintahkan menggelar kongres. Kekeliruan fatal Agum Gumelar adalah menyulap silaturahmi KN dengan kelompok, pada 14 April, disulap menjadi pra kongres atau kongres.”

“Dia (Agum) kalah karena ditekan. Waktu saya jadi Komite Banding saya ditekan-tekan, tapi tidak bisa. Harapan saya, Pak Agum konsentrasi saja. Dia dapat mandat yang besar dengan pedoman Statuta FIFA, Electoral Code dan PO (Peraturan Organisasi), juga statuta PSSI versi bahasa Inggris,” tuntas Tjipta Lesmana.Source:detiksport

Pos ini dipublikasikan di Breaking news dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s