Saatnya Bangkit Indonesia


Free money making opportunity. Join Cashfiesta.com and earn cash.
Turkmenistan menjadi ganjalan bagi daruda-garuda muda Indonesia, dari Sembilan pertandingan yang seharusnya dijalani bila Indonesia ingin bermain di Olimpiade 2012 London, dipertandingan pertama Indonesia harus meregang nyawa, kalah 1-3 di kandang, dan di sikat 1-0 ketika tandang. Sehingga harapan untuk tampil di London-pun akhirnya hanya menjadi harapan yang kini pupus sudah

Dan saya, lagi-lagi hanya menghela nafas, bagi saya melihat kekalahan tim nasional Indonesia adalah sebuah hal yang biasa, akan tetapi haruskah dibiasakan?.

Ada yang salah dalam system sepkbola Indonesia, ini bukan lagi sebuah rahasia umum, semuanya tahu, system pembinaan yang buruk, system liga yang juga setali tiga uang, tidak ada yang bisa diharapkan sebenarnya untuk persepakbolaan Indonesia dimassa yang akan datang jika model pembinaan dan liga professional yang ada masih semacam ini. Kondisi sebagian besar tim-tim peserta liga di Indonesia yang masih mengandalkan dana APBD, hanya beberapa klub yang berada di level tertinggi Liga Super Indonesia yang benar-benar murni swasta, Arema Indonesia, Pelita Jaya Karawang, dan Semen Padang, ditambah lagi dengan klub-klub bekas APBD yang mulai menggeliat menuju professional seperti Persib Bandung. Kondisi seperti ini jelas bukanlah sebuah kondisi ideal bagi perkembangan sepakbola dimasa yang akan datang.

Bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI), sebenarnya menjadi sebuah titik penyegar dalam dunia persepakbolaan Indonesia menuju sepakbola professional, akan tetapi nampaknya system yang terjadi juga belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Dan, belum bisa kita mengatakan bahwa LPI lebih baik dari LSI, atau sebaliknya. Akan tetapi, jika melihat jalannya permainan, maka bagi saya jelas, LSI lebih baik daripada LPI, termasuk juga dalam hal ketatnya kompetisi. Bisa kita lihat tim-tim seperti Persema, PSM Makassar, Persibo Bojonegoro, maupun Persebaya 1927 menjadi tim-tim yang begitu tangguh dan kuat, mungkin hanya Persibo saja yang dalam pandangan saya cenderung sama saja, baik ketika dia berada di LSI maupun di LPI. Persema dan Persebaya serta PSM bertarung memperebutkan posisi puncak, padahal selama di LSI, Persema hanyalah tim papan tengah yang sekali-sekali menyeruak ke empat besar. PSM Makassar malah cenderung mengalami penurunan permainan, ketika di LSI mereka mampu mengisi slot peringkat dua dibawah Persipura dan di atas juara bertahan Arema Indonesia, akan tetapi seiring kepindahan mereka ke LPI yang juga membuat mereka kehilangan pelatih Robert Rene Albert, praktis permainan mereka menurun, pelatih yang sekarang, meskipun sama-sama berasal dari Belanda seperti Robert, tapi dia belum bisa membawa tim ini seperti ketika Robert ada disana.

Persebaya 1927 malah lebih baik daripada PSM dalam pandangan saya, tim yang musim lalu terdegradasi dari LSI (terlepas dari segala factor non-teknis) ini, cenderung lebih stabil secara permainan dan prestasi, dengan materi pemain yang hampir sama ketika berlaga di LSI musim lalu, Persebaya 1927 bisa bicara lebih banyak di LPI daripada di LSI.

Terlepas dari semua itu, dalam pandangan saya, secara politis, LPI hadir lebih pada sebagai sebuah upaya untuk menurunkan Nurdin Halid dari kursi Ketua Umum PSSI, Liga ini secara politis, bukanlah dibentuk untuk menjadi sebuah liga yang professional demi kelangsungan dan kemajuan sepakbola Indonesia. Tidak percaya ? cobalah Tanya para penggagas LPI, dan minta mereka untuk menjawab dengan jujur tentang tujuan sebenarnya dari pendirian Liga ini.

Kita sudah terpuruk, kita sudah tersungkur, kita sudah hampir tenggelam. Tidak ada satupun dari segala aspek sepakbola nasional yang patut kita banggakan selain hampir menjadi Juara, kenapa kita harus bangga dengan hanya sekedar hampir ?. Saya pribadi sudah lelah menjadi Juara kedua, saya sudah lelah melihat Tim Nasional Indonesia tertunduk lesu setiap usai menjalani pertandingan. Saya masih menyimpan harapan, Iya, harapan yang tidak akan saya padamkan, harapan yang akan terus saya gelorakan, tapi, saya juga memiki rasa lelah, lelah untuk selalu hanya menjadi penonton negara-negara lain berlaga di Piala Dunia, lelah untuk sekedar menyenangkan hati bahwa Timnas kita telah bermain baik, dan sedang tidak beruntung sehingga kembali gagal menjadi juara, saya lelah untuk melihat kekalahan demi kekalahan yang dialami timnas Indonesia, lelah melihat kebobrokan sepakbola nasional, lelah melihat kekerasan yang terjadi dalam sepakbola Indonesia.

Di tengah gelombang revolusi besar-besaran di tubuh PSSI, sudah saatnya kita menjauhkan kepentingan politik dari sepakbola, oleh karena itu, pencalonan calon alternative selain Arifin Panigoro dan George Toisutta sangat dibutuhkan. Karena kedua orang tersebut juga bukanlah orang yang bebas dari kepentingan politik, mereka adalah orang-orang yang berpolitik, Arifin Panigoro kader PDI-Perjuangan, sehingga bukan hal yang aneh ketika Saleh Mukaddar sangat membela Arifin Panigoro, bagi saya bukan demi sepakbola, tapi lebih demi kepentingan politis, kasihan warga Surabaya yang sudah terpecah belah gara-gara persoalan politis ini. Saya sendiri juga mencintai Surabaya, sebagai Ibukota Provinsi, sekaligus sebagai tempat dimana Ibu saya dilahirkan dan dibesarkan, ada ikatan emosional antara saya dengan Surabaya, tapi untuk urusan sepakbola saya lebih memilih Arema sebagai tempat saya memihak, sebuah kontradiksi besar dalam hidup saya. Setali tiga uang dengan Persebaya dan Saleh Mukaddar-nya, Kota Malang juga tidak lepas dari kepentingan politis ini, lihat bagaimana Persema secara sukarela menyebrang ke LPI dari LSI, dan saya yakin semua orang di Malang Raya tahu, bahwa Peni Suparto, walikota Malang, yang juga Ketua Umum Persema adalah orang PDI-Perjuangan, jika sudah seperti ini, apakah penolakan terhadap Nurdin Halid serta dukungan terhadap Arifin Panigoro adalah demi kepentingan sepakbola Nasional ataukah hanya demi kepentingan politis golongan tertentu.

George Toisutta juga bukan orang yang netral, ada kedekatan yang tidak bisa dijelaskan antara dia dengan Presiden SBY yang juga purnawirawan Tentara Nasional Indonesia, yang membawa George secara tidak langsung dekat dengan Demokrat secara politis. Nirwan Bakrie dan Nurdin Halid tidak perlu dipertanyakan lagi, mereka adalah kader-kader Golkar sejati, seperti apa yang dikatakan Aburizal Bakrie, meskipun ranting Beringin berguguran, akar-nya akan tetap basah, maka seandainya Nirwan dan Nurdin tersingkir dari PSSI, maka jelas bukan permasalahan serius bagi mereka.

Sebuah titik terang muncul dari komisi X DPR-RI, pasca pertemuan anggota dewan dengan pencinta sepakbola yang oleh Andibachtiar Yusuf dijamin terbebas dari kepentingan politis, muncul satu nama, yakni Anton Sanjoyo, wartawan senior Kompas, yang juga menjadi penanggung jawab liga Kompas U-14, serta sering diminta menjadi komentator pertandingan sepakbola. Jelas, dia tahu banyak tentang sepakbola, jelas pula dia tahu system pembinaan usia dini, yang layak dinanti, apakah dia juga bisa menerapkan pengalamannya untuk konteks yang lebih besar dan berat, sepakbola Indonesia. Paling tidak, ini akan sedikit melepaskan sepakbola Indonesia dari kepentingan politis, sehingga dalam pandangan saya, dia layak diberi kesempatan, untuk membuktikan diri, karena paling tidak, dialah calon terbaik dari nama-nama yang berterbangan menjadi Isu tentang siapa Ketua PSSI selanjutnya, minimal dia bebas dari pengaruh partai politik, dia punya pengalaman tentang dunia sepakbola Indonesia, dang yang jelas, seperti yang disyaratkan oleh Lucky Acub Zainal tentang kepengurusan sepakbola, dia harus “gila bola” saya yakin Bung Joy (Anton Sanjoyo) adalah orang yang sangat “gila bola”.

Inilah saatnya, sepakbola Indonesia harus mendapatkan perbaikan di seluruh sector, sepakbola Indonesia, harus kembali menjadi sebuah sepakbola yang membahagiakan rakyatnya, bendera Revolusi telah terangkat, dan pantang untuk diturunkan sebelum sampai di tujuan. Demi sepakbola, demi Indonesia, dan tentu saja Demi Sang Garuda.source:saatnyabangkitindonesiaFree money making opportunity. Join Cashfiesta.com and earn cash.

Pos ini dipublikasikan di Breaking news, Jadwal ISL&LPI dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s