3 Pemain Turkmenistan Perlu Diwaspadai


Indonesia mewaspadai tiga pemain Turkmenistan yang jadi pilar serangan pada laga pertama kualifikasi Pra-Olimpiade 2012 di Stadion Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/2) pukul 19.00. Tim Garuda juga harus menyiasati keunggulan postur dan kekuatan fisik kubu Turkmenistan.

Asisten pelatih tim nasional Indonesia, Wolfgang Pikal, Selasa (22/2) di Palembang, menilai, tiga pilar depan Turkmenistan sangat berbahaya dan harus diwaspadai. Mereka adalah penyerang Galdiyev Ata, sayap kiri Tamurkin Ilya, dan gelandang Orazaliyev Dovran. Ketiga pemain itu memiliki kecepatan dan akurasi tendangan ke arah gawang.

”Besok, pertandingan pasti ketat karena kita tahu Turkmenistan sangat bangus. Mereka sukses tampil di Asian Games dan mampu mengalahkan Vietnam, 6-2,” ujar Pikal.

Pikal menilai, tim Indonesia bakal mendapat tantangan berat. Terlebih, ada 10 pemain Turkmenistan yang ikut Asian Games dan tiga pemain yang masuk tim senior mereka. Fisik pemain Turkmenistan pun lebih bagus, dengan tinggi di atas 180 cm.

Turkmenistan juga sudah menjalani aklimatisasi selama sepekan di Thailand sebelum terbang ke Indonesia. Saat ini temperatur udara di Turkmenistan rata-rata 8 derajat celsius, kontras dengan Indonesia. ”Kami siap dan hanya satu pemain yang cedera, yaitu Johan Yoga. Kami juga tahu Turkmenistan tim bagus,” ujar Pikal.

Untuk menghadapi Turkmenistan, tim Garuda akan mengandalkan kelincahan para pemain untuk menusuk pertahanan. Tim asuhan Pelatih Alfred Riedl ini juga akan meminimalkan bola-bola atas untuk mengantisipasi postur pemain lawan. Pola permainan rapat dengan umpan-umpan pendek yang menjadi menu latihan selama pelatnas akan menjadi kunci menguasai pertandingan.

Pada laga pertama ini, Riedl bisa menurunkan Oktovianus Maniani, Dendi Santoso, dan Egi Melgiansyah. Ketiga pemain itu tak bisa tampil dalam dua kali uji coba melawan Pelita Jaya U-23 dan Hongkong U-23 karena cedera. ”Okto, Egi, dan Dendi sudah sembuh dari cedera dan mereka bertiga bisa main,” kata Pikal.

Manajer Tim Turkmenistan Begnepeson Saparnyaz mengaku sangat minim informasi mengenai kekuatan Indonesia. Ia hanya meminta para pemainnya tidak meremehkan Indonesia, yang peringkat FIFA-nya berselang empat tangga di atas Turkmenistan. Berdasarkan ranking FIFA per 2 Februari 2011, Indonesia berada di peringkat ke-129 dan Turkmenistan di posisi ke-133.

”Fisik yang lebih tinggi dan besar memang keunggulan, tetapi tim yang bermain dengan strategi terbaik akan menentukan kemenangan,” ujar Saparnyaz melalui penerjemah.source;kompassport

Pos ini dipublikasikan di Timnas dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s